Yang di Kagumi Zainuddin Hasan & Ikang Fawzi

Yang di Kagumi Zainuddin Hasan & Ikang Fawzi
Presiden SBY dan Istri, Tokoh Panutan Zainuddin Hasan & Ikang Fawzi

Tiga Serangkai DPP PAN

Tiga Serangkai DPP PAN
Ikang Fawzi (Calon Wakil Bupati Lamsel), Mantan Ketum PAN Soetrisno Bachir, Menhut RI Zainudin Hasan

Kantor PAN di Kalianda, Lampung Selatan

Kantor PAN di Kalianda, Lampung Selatan
Ikang Fawzi dan Zainudin Hasan di Kalianda, Lampung Selatan

Zainudin Hasan, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Kampanye Lampung Selatan, 2010

Zainudin Hasan, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Kampanye Lampung Selatan, 2010
Zainudin Hasan, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Kampanye Lampung Selatan, 2010

Belajar Ilmu Properti Langsung pada Sumbernya Menpera Dr. H. Akbar, Tanjung, Ikang Fawzi

Belajar Ilmu Properti Langsung pada Sumbernya Menpera Dr. H. Akbar, Tanjung, Ikang Fawzi
Belajar Ilmu Properti Langsung pada Sumbernya Menpera Dr. H. Akbar, Tanjung, Ikang Fawzi

Pasangan Zainuddin Hasan di Lampung Selatan adalah Ikang Fawzi Penyanyi rock Terkenal & Propertyman

Pasangan Zainuddin Hasan di Lampung Selatan adalah Ikang Fawzi Penyanyi rock Terkenal & Propertyman
Propertyman and Indonesian Famous Rock Singer Ikang Fawzi is the Vice South Lampung Major Tobe

Sabtu, 17 April 2010

Optimisku Membangun Lampung Selatan bersama Ikang Fawzi: Zainudin Hasan

Optimisku Membangun Lampung Selatan bersama Ikang Fawzi: Zainudin Hasan

Dr. Zainuddin Hasan adik kandung dari Menteri Kehutanan Ri Zulkifli Hasan pada era pemerintahan kedua Presiden SBY ini adalah seorang ahli dibidang pendidikan dan memperoleh gelar Doktor Pendidikan dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta).
Berpasangan dengan Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) dari PAN Jakarta, Bang Zai--nama panggilan akrab beliau--optimis dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 30 Juni 2010 mendatang.Pilihan Bang Zai terhadap Ikang Fawzi alumni UI dan UGM tersebut dikarenakan mereka sesama alumni HMI--Ikang Fawzi HMI dari Universitas Indonesia disaat kuliah dulu. Dan Ikang cukup berkawan akrab dengan MS Kaban, Yusril Ihza Mahendra, dan lain sebagainya. Bahkan sangat jarang yang tahu bahwa Ikang saat kuliah dahulu adalah teman sekelas dan sangat akrab dengan Valina Sinka, Chusnul Mariyah di FISIP-UI.
Sementara wilayah Kalianda secara khusus serta Lampung Selatan merupakan melting pot dimana hampir seluruh suku bermukim disana. Termasuk masyarakat commuter asal Banten dan Jawa Barat. Bahkan sejak awal tahunn 1970-an, projek transmigrasi yang dilaksanakn oleh Presiden Soeharto dimulai dengan pengiriman masyarakat Jawa dan Bali ke Lampung Selatan tersebut diatas.Karenanya dimulai dengan langkah kanan dan ucapan Basmallah... diharapkan keberuntungan serta pilihan berdasarkan hati nurani memihak kepada pasangan Zainuddin dan Ikang ini. Sementara Marissa Haque istri tercinta Ikang Fawzi telah menyatakan siap untuk terjun bersama kelompok perempuan pendukung Zainuddin-Ikang dalam waktu dekat ini.

9 komentar:

  1. Sudah jelas dong anak Gubernur Lampung yang Polisi Syachroeddin bakalan maen uang, maen kasar, dan maen kertas suara palsu. Eycko Syachroeddin bakalan dipatok wajib menang sama Megawati dan Taufik Kiemas. Yah..... Polisi gitu loh!!!

    Belum lagi incumbent si Wendy Melva yang agak kurang otaknya, yang makai Golkar dan PKS. Gaya gerilya maut dan mematikan serta duwit kenceng. Weleh.....berat bener perjuangan Kang Ikang dan Bang Zainudin Hasan. Nggak cukup backgroun Presiden SBY dan Menhut Zulkifli Hasan. Perlu tangan Tuhan bantu anda berdua. Punya Tuhan nggak kalian berdua???? Hahahah......

    BalasHapus
  2. Ah! Laporan Kejadian dulu dong, patut diduga laporan kejadian sebelum SPDP.

    Anda yakin? Menang???? Absah tidak???

    Anda yakin bisa menang melawan Wendy Melva incumbent asli warga Bandar Lampung? Paulus Tumewu bagaimana?

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Bang Ikang Fawzi apakah anda sudah pernah baca buku John McMahan tahun 2001 tentang real estate? Bagus Bang walau sudah agak usang namun teori terinyata masih bernas dan bisa untuk kelengkapan thesis MBA anda di UGM. OK all the best ya? Sampai ketemu diruang wisuda UGM di Yogyakarta bulan September 2009 besok ini ya?

    BalasHapus
  5. Kompasiana.com > Memory Ragile dengan Marissa Haque.

    Tags: sebuah pengalaman, Ragile, Edi Taslim, Kopdar Kompasiana, negeri ngotjoleria, makjleb, Marissa Haque, Buku Cat Rambut Orang Yahudi, Chappy Hakim
    Perlukan Marissa Haque aktif kembali di Kompasiana? Mei 2009 begitu aku gabung dengan Kompasiana terpampang nama Marissa Haque sebagai salah satu blogger Teraktif. Siapa sih yang nggak kenal bintang film top dan cantik ini? Penasaran aku baca beberapa postingannya. Entah gimana aku terdorong iseng beri komen yang meledek ‘tuk memancing kemarahannya. Coba mau tau reaksi wakil rakyat dari parpol islam (PPP). Islami nggak sih? Oppss… pancinganku kena!!!

    Marissa terpancing, beri komen balasan yang mempertanyakan siapa aku dan kenapa aku beri komen tanpa ijin dulu kepadanya? “Lho mau komen koq ijin dulu?”, bisik hatiku, “ah tanggung, bikin dia marah sekalian aaakh….!!!”. Maka terjadilah debat kecil-kecilan di lapak Marissa. Bukan tentang isi komen saya atau isi postingan dia, tapi kenapa aku komen tanpa ijin dia duluan. Wouw……!!! Nah, sampai di sini menurut Anda bagaimana kawan-kawan? Tercengang bukan….?!

    Kebetulan waktu itu (antara mei-agustus 2009) hampir 80% postinganku masuk rubrik politik-hukum-keamanan mengingat sedang ramai-ramainya kampanye Pilpres 2009. Dengan memposisikan diri pada barisan oposan, pasangan Ikang-Marissa adalah salah satu sasaran empuk buat kritikanku. Sampai di sini kita bisa beda pendapat. Apakah pantas suami-istri menjadi wakil rakyat untuk dua parpol berbeda? Well, kita punya pendapat bermacam-macam bukan?

    Perjumpaan tak terduga. Singkat cerita terjadilah acara Gathering dan Peluncuran Buku “Cat Rambut Orang Yahudi” karya Chappy Hakim di Hotel Sultan Jakarta Selatan (ex Hotel Hilton). Tanggal 2 bulan Agustus tahun 2009. Tak disangka ada Marissa di tengah kerumunan di depan panggung. Di tengah acara tersebut aku sempat liat-liat buku yang dijajakan di counter pintu masuk. Kebetulan Marissa juga mau beli buku. Aku segera menyapa dan memperkenalkan diri.

    “Halllo Mba Marissa, apa kabar? Kenalkan saya Ragile.” “Maaf siapa? Ragile?… Oh ternyata bener-bener ada tokh yang namanya Ragile?” “Iya betul saya Ragile he he he….”. Hemm dikiranya akun fiktif. “Oh…oh… ha ha ha…. Ini tokh orangnya.”
    Kira-kira begitulah kami berkenalan, langsung cair, bicara ngalor-ngidul sambil ketawa-ketiwi. Sebagai fans Marissa Haque ( dalam kapasitasnya sebagai bintang film) sejak ABG aku terus terang mengagumi kecantikannya, keramahannya, keanggunannya. Juga keberanian dan kecerdasannya.

    Dia orang yang enak diajak bicara, penampilannya sangat mengesankan. Sangat jauh dari kesannya yang arrogan di dunia maya. Pokoke dia keren dan selebriti abis, sumpah!!!

    Bung Edi Taslim tak buang kesempatan mengabadikan kami-kami semua. Terus aku nggak berani nolak waktu Marissa minta foto berdua saja. Hemmm…. iya deh, di udara perang dingin, di darat damai dan akrab he he…

    BalasHapus
  6. Kompasiana.com > Memory Ragile dengan Marissa Haque.

    Tags: sebuah pengalaman, Ragile, Edi Taslim, Kopdar Kompasiana, negeri ngotjoleria, makjleb, Marissa Haque, Buku Cat Rambut Orang Yahudi, Chappy Hakim
    Perlukan Marissa Haque aktif kembali di Kompasiana? Mei 2009 begitu aku gabung dengan Kompasiana terpampang nama Marissa Haque sebagai salah satu blogger Teraktif. Siapa sih yang nggak kenal bintang film top dan cantik ini? Penasaran aku baca beberapa postingannya. Entah gimana aku terdorong iseng beri komen yang meledek ‘tuk memancing kemarahannya. Coba mau tau reaksi wakil rakyat dari parpol islam (PPP). Islami nggak sih? Oppss… pancinganku kena!!!

    Marissa terpancing, beri komen balasan yang mempertanyakan siapa aku dan kenapa aku beri komen tanpa ijin dulu kepadanya? “Lho mau komen koq ijin dulu?”, bisik hatiku, “ah tanggung, bikin dia marah sekalian aaakh….!!!”. Maka terjadilah debat kecil-kecilan di lapak Marissa. Bukan tentang isi komen saya atau isi postingan dia, tapi kenapa aku komen tanpa ijin dia duluan. Wouw……!!! Nah, sampai di sini menurut Anda bagaimana kawan-kawan? Tercengang bukan….?!

    Kebetulan waktu itu (antara mei-agustus 2009) hampir 80% postinganku masuk rubrik politik-hukum-keamanan mengingat sedang ramai-ramainya kampanye Pilpres 2009. Dengan memposisikan diri pada barisan oposan, pasangan Ikang-Marissa adalah salah satu sasaran empuk buat kritikanku. Sampai di sini kita bisa beda pendapat. Apakah pantas suami-istri menjadi wakil rakyat untuk dua parpol berbeda? Well, kita punya pendapat bermacam-macam bukan?

    Perjumpaan tak terduga. Singkat cerita terjadilah acara Gathering dan Peluncuran Buku “Cat Rambut Orang Yahudi” karya Chappy Hakim di Hotel Sultan Jakarta Selatan (ex Hotel Hilton). Tanggal 2 bulan Agustus tahun 2009. Tak disangka ada Marissa di tengah kerumunan di depan panggung. Di tengah acara tersebut aku sempat liat-liat buku yang dijajakan di counter pintu masuk. Kebetulan Marissa juga mau beli buku. Aku segera menyapa dan memperkenalkan diri.

    “Halllo Mba Marissa, apa kabar? Kenalkan saya Ragile.” “Maaf siapa? Ragile?… Oh ternyata bener-bener ada tokh yang namanya Ragile?” “Iya betul saya Ragile he he he….”. Hemm dikiranya akun fiktif. “Oh…oh… ha ha ha…. Ini tokh orangnya.”
    Kira-kira begitulah kami berkenalan, langsung cair, bicara ngalor-ngidul sambil ketawa-ketiwi. Sebagai fans Marissa Haque ( dalam kapasitasnya sebagai bintang film) sejak ABG aku terus terang mengagumi kecantikannya, keramahannya, keanggunannya. Juga keberanian dan kecerdasannya.

    Dia orang yang enak diajak bicara, penampilannya sangat mengesankan. Sangat jauh dari kesannya yang arrogan di dunia maya. Pokoke dia keren dan selebriti abis, sumpah!!!

    Bung Edi Taslim tak buang kesempatan mengabadikan kami-kami semua. Terus aku nggak berani nolak waktu Marissa minta foto berdua saja. Hemmm…. iya deh, di udara perang dingin, di darat damai dan akrab he he…

    BalasHapus
  7. Sumber: http://marissa-haque-keluarga-berencana.blogspot.com

    Fwd surat Ikang Fawzi dan Marissa Haque untuk kedua putri remajanya Bella Fawzi dan Chikita Fawzi> Wahai anakku sayang, jika engkau masih hidup di pagi hari, jangan anggap di sore hari pun engkau masih hidup, dan jika engaku ada di sini bila sore tiba, jangan anggap sore engkau masih hidup.

    Kemarin adalah masa lalu dan telah berlalu dengan segala kandungannya, yang akan menjadi saksi yang menguntungkan atau merugi bika Kiamat tiba. Adapun besok, engkau tidak tahu apakah engkau akan tetap hidup pada waktu itu atau tidak.

    Engkau hanyalah putraku secara jasmaniah, karena itu jangan gegabah dalam bergaul. Jauhilah teman yang akidahnya tidak kokoh, yang lahirnya tampan atau cantik tapi batinnya keras membatu terhadap kebenaran dan ajaran-Nya.

    Ini hanya segores rinduku padamu ... wahai anakku ... terinsipirasi dari tuliusan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

    BalasHapus
  8. Airin Rachmi Diany Membenci Mahfud MD dan Presiden SBY: Hendra Kusuma (PDIP)

    semoga airin rachmi diany gagal maning jadi walikota tangsel karena jahat dan curang serta korup luar biasa jawaban dari linda jalil dari kompasiana.com rumah pesakitan golkar 2010. mendingan milih andre taulani yang polos dan jujur dari stinky dan bang arsyid dah!

    airin rachmi diany ketahuan curang saat pilkada tangsel 2010, sidang MK

    BalasHapus
  9. Menurut Imam Al-Ghazali, kepatuhan kepada Allah akan mengilapkan hati seseorang, sedangkan maksiat kepada-Nya, akan menghitamkannya. Nah, bagaimana dgn orang yg berbuat dosa lalu segera berbuat baik Al Ghazali menjelaskan lebih lanjut bahwa, hati seseorang tersebut tidak otomatis hitam. Cuma cahayanya jadi berkurang. Sama spt sebuah cermin yg tertutup hembusan nafas lalu disapu, kemudian dihembusi lagi, disapu lagi. Meski bersih, masih menyisakan keruh.

    Sumber: http://marissahaque-lp3i.blogdetik.com ;
    http://ikangfawzi-musik.medan.blogspot.com

    BalasHapus